Breaking News

ISLAMIC CENTRE JADI SOROTAN :TEMUAN BPK & SENGKETA DOKUMEN BERUJUNG KE MA

TROPONGJAMBI - BATANG HARI, Senin 28 September 2026 — Proyek pembangunan Islamic Centre di Kabupaten Batang Hari yang dibiayai menggunakan anggaran publik kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Dua masalah besar sekaligus melingkupi proyek tersebut: temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran, serta sengketa dokumen yang kini telah naik hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Proyek yang diharapkan menjadi ikon keagamaan sekaligus pusat kegiatan umat Islam di Batang Hari ini tampak belum selesai dan belum dapat difungsikan secara maksimal. Pilar-pilar bangunan telah berdiri, namun banyak bagian yang belum tuntas, sementara rumput mulai tumbuh di area yang seharusnya menjadi halaman dan bangunan pendukung.

TEMUAN BPK RI PERWAKILAN JAMBI 

BPK dikabarkan menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran proyek ini. Antara lain:

- Penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukan dalam dokumen perencanaan;

- Realisasi fisik bangunan belum sesuai dengan volume dan spesifikasi yang ditetapkan;

- Pertanggungjawaban keuangan belum sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel;

- Pengawasan jalannya proyek dinilai belum berjalan ketat sejak awal pelaksanaan.

Temuan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: ke mana mengalirnya dana yang telah disetorkan, dan mengapa bangunan belum selesai meski anggaran telah dicairkan.

SENGKETA DOKUMEN NAIK KE MAHUKAMAH AGUNG

Perselisihan terkait dokumen kepemilikan lahan maupun administrasi proyek yang saling bertentangan tidak terselesaikan di pengadilan tingkat pertama hingga banding. Kini perkara tersebut telah naik ke Mahkamah Agung RI.

Sengketa ini membuat status lahan dan kelanjutan proyek menjadi tidak jelas. Pihak yang berwenang pun tampak ragu melanjutkan pembangunan sebelum putusan tertinggi dikeluarkan, sehingga bangunan yang sudah berdiri dibiarkan tanpa penyelesaian.

TUNTUTAN MASYARAKA

- Transparansi penuh mengenai besaran total anggaran yang digunakan dan rincian pengeluarannya;

- Pengumuman resmi isi lengkap temuan BPK kepada publik;

- Kejelasan jadwal kelanjutan dan penyelesaian proyek setelah putusan Mahkamah Agung;

- Tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab jika terbukti ada penyimpangan;

- Agar proyek ini tidak menjadi bangunan "tugu selesai" yang dibiarkan begitu saja tanpa manfaat.

 Masyarakat berharap Islamic Centre nantinya benar-benar menjadi bangunan yang bermanfaat, dibangun dengan tertib, dan dikelola secara jujur demi kepentingan seluruh umat di Batang Hari.(Red)

0 Komentar

© BERSAMA MEMBANGUN JAMBI - TROPONGJAMBI