Breaking News

BEREDAR KABAR : PASIEN RSUD CHATIB QUSWEIN SAROLANGUN DIDUGA DILECEHKAN OKNUM PERAWAT SETELAH DIOPERASI

TROPONGJAMBI - SAROLANGUN, Jum'at 25 September 2026 — Kabar yang menghebohkan beredar di tengah masyarakat Kabupaten Sarolangun. Seorang pasien yang baru saja menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Chatib Quswein Sarolangun diduga mengalami perlakuan tidak senonoh, bahkan pelecehan, yang dilakukan oleh seorang oknum perawat laki-laki yang bertugas merawatnya.

Informasi yang diketahui, Suami korban telah melaporkan oknum perawat tersebut ke Unit PPA Polres Sarolangun pada 11 September 2026 lalu

“Memang ada laporan tersebut yang kami terima, laporan itu masih kami lakukan penyelidikan, untuk yang melaporkan kejadian tersebut adalah suami korban,” Ujar; Kanit PPA Polres Sarolangun Ipda Heri Manau. Dikutip dari Media onlene 

Kabar ini menyebar luas baik secara lisan maupun melalui pesan singkat di lingkungan masyarakat Sarolangun, memicu kemarahan sekaligus kekhawatiran warga akan keamanan dan keselamatan pasien yang berobat di fasilitas kesehatan milik daerah tersebut. Masyarakat mempertanyakan bagaimana hal semacam ini dapat terjadi di tempat yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pemulihan kesehatan.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen RSUD Chatib Quswein Sarolangun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, maupun pihak kepolisian terkait dengan Identitas korban maupun oknum yang diduga terlibat belum dipublikasikan guna menjaga kerahasiaan dan keamanan pihak-pihak yang bersangkutan.

Masyarakat menuntut agar kabar ini segera diklarifikasi dan ditindaklanjuti secara transparan. Jika terbukti benar, maka pelaku harus dijerat dengan sanksi berat sesuai hukum yang berlaku, dicabut izin praktiknya, dan dipertanggungjawabkan di pengadilan. Pihak rumah sakit pun dinilai perlu mengevaluasi sistem pengawasan dan penempatan tenaga medis agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa di kemudian hari.(Irawan)

0 Komentar

© BERSAMA MEMBANGUN JAMBI - TROPONGJAMBI