Oleh : Herlambang, S.E. Pimred Media Tropongjambi.com
TROPONGJAMBI - JAMBI - Senin 4 Mai 2026, Revitalisasi Sekolah 2026 adalah program pemerintah yang bertujuan memperbaiki, membangun, dan melengkapi sarana prasarana pendidikan agar layak, aman, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar, dengan anggaran Rp14 triliun dari APBN untuk 11.744 satuan pendidikan. Pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola, yaitu sekolah beserta masyarakat yang mengelola sendiri seluruh prosesnya, bukan diserahkan ke kontraktor besar atau instansi lain.
Apa itu Swakelola dalam program ini?
Swakelola berarti:
- Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah, dicairkan dua tahap: 70% di awal, 30% setelah pekerjaan mencapai minimal 50% dan diverifikasi
- Sekolah membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang beranggotakan kepala sekolah, guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta tenaga teknis yang mampu, untuk merencanakan, melaksanakan, membeli bahan, mengatur tenaga kerja, hingga mempertanggungjawabkan penggunaan dana dan hasil pekerjaan
- Melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja, sehingga membuka lapangan kerja dan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sekolah
- Seluruh proses harus transparan, sesuai standar teknis bangunan pendidikan, dan dapat diaudit
Sasaran utama 2026
1. Sekolah dengan bangunan rusak berat
2. Sekolah di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T)
3. Sekolah yang terkena dampak bencana alam
Tujuan dan manfaat
- Mempercepat penyelesaian pekerjaan, lebih sesuai dengan kebutuhan nyata sekolah
- Lebih hemat biaya karena memangkas biaya pengelolaan kontraktor
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat
- Membuka kesempatan kerja warga sekitar
- Akuntabilitas jelas, karena dikelola langsung oleh pengelola sekolah yang dikenal lingkungan.(*)

0 Komentar