TROPONGJAMBI - MUARO JAMBI - Kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Muaro Jambi kini menjadi perhatian serius DPRD setempat. Persoalan tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah. Selasa (12/05/2026)
Anggota DPRD Muaro Jambi, Robinson Sirait, mengungkapkan saat ini Kabupaten Muaro Jambi masih kekurangan sekitar 779 tenaga pendidik. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan apabila tidak segera dicarikan solusi konkret oleh pemerintah daerah.
“Kalau kekurangan guru ini tidak segera diatasi, tentu akan berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Jangan sampai kualitas pendidikan kita menurun karena kurangnya tenaga pendidik,” ujarnya.
Selain persoalan kekurangan guru, DPRD juga menyoroti masih terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah sekolah di Muaro Jambi. Mulai dari ruang belajar hingga fasilitas pendukung lainnya dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Persoalan pendidikan ini bukan hanya soal guru, tetapi juga fasilitas sekolah. Masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian, baik ruang belajar maupun sarana pendukung lainnya,” katanya.
DPRD Muaro Jambi pun meminta Dinas Pendidikan segera melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kementerian terkait guna mencari jalan keluar atas kekurangan tenaga pengajar tersebut.
Tak hanya penambahan jumlah guru, peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan demi meningkatkan mutu pendidikan di Muaro Jambi.
Kami berharap pemerintah daerah benar-benar serius mencari solusi. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah, sehingga anak-anak kita harus mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan merata,” tutup nya .(Red)

0 Komentar