Breaking News

IIN HABIBIE : KRITIK ADALAH BUKTI CINTA TERHADAP SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH - BUKAN MEMBENCI

TROPONGJAMBI - JAMBI, Minggu 27 September 2026 — Di tengah dinamika pemerintahan Provinsi Jambi, muncul sikap terbuka dari masyarakat yang menyatakan keprihatinan sekaligus kritik terhadap arah kebijakan yang diambil. Sikap ini disampaikan bukan tanpa alasan, melainkan murni karena rasa cinta yang mendalam terhadap tanah kelahiran.

Pernyataan IIn Habibie yang menyebar di ruang publik menyuarakan: "Kritis terhadap kebijakan Gubernur bukan berarti membenci, justru karena cinta pada tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah." 

"Kalimat ini mengandung makna yang dalam: mengawasi jalannya pemerintahan adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara yang menginginkan daerahnya lebih baik.

Mengkritik bukan berarti menjatuhkan atau menghasut. Mengkritik berarti peduli — peduli agar anggaran dipakai tepat sasaran, proyek bermanfaat nyata bagi rakyat, dan kebijakan berpihak pada kepentingan umum, bukan kepentingan segelintir orang saja.

Sikap menolak diam saat daerah tidak baik-baik saja adalah tanda kesadaran yang tinggi. Ketika ada hal yang kurang tepat, berdiam diri sama saja membiarkan kerugian terus berlanjut. 

Mengangkat suara justru bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan anak cucu kita di Jambi.

Kritik yang disampaikan dengan fakta, sopan, dan bertanggung jawab sesungguhnya menjadi cermin bagi pemimpin untuk menengok kembali, memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang belum lengkap. Tidak ada pemimpin yang sempurna, namun setiap pemimpin wajib terbuka mendengar suara rakyat yang dipimpinnya.

Sepucuk Jambi Sembilan Lurah adalah tanah yang kita cintai bersama. Perbedaan pandangan tidak boleh memecah belah, justru harus menyatukan kita untuk mengawal agar Jambi terus melangkah menuju kemajuan yang adil dan sejahtera bagi semua.

Kita tidak membenci siapa pun. Kita hanya mencintai daerah ini lebih dari apa pun. Dan karena cinta itulah, kita tidak akan diam melihat hal yang tidak benar.(*)

0 Komentar

© BERSAMA MEMBANGUN JAMBI - TROPONGJAMBI